Perlu Login atau Daftar untuk menyerahkan naskah.

Penulis yang ingin memasukkan naskah harus memperhatikan poin-poin di bawah ini. Jika naskah tidak sesuai dengan persyaratan yang telah dicantumkan, ada kemungkinan naskah tersebut akan dikembalikan.

PEDOMAN PENULISAN

JURNAL KOMUNIKASI DAN KEBUDAYAAN

 

  1. Naskah tulisan yang dimuat dalam Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan merupakan naskah hasil penelitian dan kajian teoritis yang tidak belum diterbitkan di  publikasi ilmiah lain.
  2. Penulis artikel adalah peneliti, praktisi, dosen atau ahli yang memiliki kepakaran di bidang Komunikasi dan Kebudayaan.
  3. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris.
  4. Sistematika penulisan:
a.     Judul:

1)     Judul harus mencerminkan isi tulisan. Jika judul terlalu panjang, hendaknya dipecah menjadi judul utama dan sub judul.

2)     Jumlah karakter sekitar 8 sampai 14 kata.

3)     Hindari penulisan judul dalam huruf besar semua.

b.     Nama Penulis:

Nama penulis dicantumkan tanpa gelar dan dicantumkan afiliasi institusi penulis (tanpa jabatan) serta alamat dan contact person serta e-mail.

c.      Abstrak:

1)     Panjang abstrak 150-200 kata yang ditulis dalam satu paragraf.

2)     Ditulis dengan dua bahasa, Indonesia dan Inggris.

3)     Memuat latar belakang penulisan, tujuan penulisan, pembahasan dan kesimpulan.

4)     Apabila artikel yang ditulis merupakan hasil penelitian, maka abstrak harus mengandung metode dan hasil penelitian.

5)     Ditulis dalam satu paragraf.

d.     Kata Kunci:

1)     Kata kunci ditulis dibawah abstrak sebanyak (3-5) kata.

2)     Ditulis berurutan sesuai dengan abjad.

e.     Struktur Naskah:

1)     Hasil Penelitian;

a)       Pendahuluan; berisi latarbelakang, permasalahan tujuan dan ruang lingkup penelitian (tidak perlu dipisah-pisah dalam beberapa sub).

b)       Metode Penelitian; menjelaskan tempat dan waktu, serta pendekatan dan analisis yang digunakan (lebih aplikatif).

c)       Hasil; berisi sajian data.

d)       Pembahasan; mendiskusikan data dengan teori atau konsep yang relevan serta menyampaikan temuan.

e)       Kesimpulan; menjawab rumusan masalah penelitian, dan saran (jika ada).

f)        Ucapan Terima Kasih; ditujukan pada semua orang atau pihak yang terlibat atau membantu penyelesaian dalam kegiatan penelitian (jika ada).

g)       Daftar Pustaka; referensi berupa kepustakaan yang digunakan atau yang dikutip dalam naskah.

h)       Lampiran (bila perlu).

 

2)     Kajian dan Aplikasi Teori

a)     Pendahuluan; berisi latarbelakang, permasalahan tujuan dan ruang lingkup penelitian (tidak perlu dipisah-pisah dalam beberapa sub).

b)     Sub Topik; banyaknya sub topik (sub judul) disesuiakan dengan kebutuhan. Tidak diberi nomor, dicetak tebal menggunakan format tulisan Title Case.

c)     Kesimpulan; ringkasan dari pembahasan.

d)     Ucapan Terima Kasih; ditujukan kepada semua orang atau pihak yang terlibat (jika ada).

e)     Daftar Pustaka; referensi berupa kepustakaan yang digunakan atau dikutip dalam naskah.

f)      Lampiran (bila perlu).

 

5.     Format Penulisan:
  1. Naskah diketik menggunakan huruf Times New Roman, dengan font 13, spasi 1,5  pada kertas A4 sepanjang 15-20 halaman dalam format MSWord.
  2. Tabel, gambar dan bagan diberi nomor, judul serta sumber dan tidak perlu dibingkai.
  3. Tabel hanya menggunakan garis horizontal.
  4. Teks dalam tabel diketik single spasi.
  5. Tabel yang diisukan hanya tabel yang menjadi acuan dalam tulisan.
  6. Pembuatan tabel jangan menggunakan pembuatan tabel secara otomatis dalam MSword, tapi gunakan tab-delimited (manual).
  7. Hindari penggunaan dot points, pengabjatan atau penomoran berurut ke bawah, seperti;

               1       ……

               2       ……

           Tetapi gunakan; 1)……..., 2)………atau a)………….., b)…………  

           Gunakan running note untuk menyebutkan sumber kutipan bukan footnote atau endnote.

         Contoh running note:

         ………..(Mulyana dan Sobur, 2005:10 atau Ahmad, 2004: 23-30).

Penulisan daftar pustaka dibedakan antara buku, jurnal, tesis/desertasi, artikel dari internet, dan referensi lain yang disusun berdasarkan abjat.

Penulisan daftar rujukan:

1)     Buku; nama pengarang (dibalik), tahun terbitan, judul buku (cetak miring), kota dan penebit.

Contoh; Sudibyo, Agus. 2001. Politik Media dan Pertarungan Wacana. Yogyakarta: LKis.

2)     Artikel dari jurnal; nama pengarang (dibalik), tahun terbitan, judul publikasi (cetak miring), nama jurnal/prosiding, volume dan nomor serta halaman.

Contoh; Imawan, Riswanda. 1999. Kampanye Tanpa Huru Hara. Jurnal Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia IV/Oktober, 43-49.

3)     Tesis/Desertasi; nama peneliti (dibalik), tahun terbit, judul (cetak miring), nama karya (tesis/desertasi), kota dan insttusi.

Contoh; Zuhur, Soesilo. 1993. Administrasi Program dan Proyek Pembangunan. Tesis. Malang. IKIP Malang.

4)     Artikel dari internet; nama pengarang (dibalik), tahun, judul artikel, alamat terakhir ditemukan artikel dan waktu akses internet.

Contoh; Beckers, Daniel. 2005. Research on Virtual Communities an Espirical Approach. http:www.swipsy.uva.nl/beckkers/publication/seattle. Akses; 2 Februari 2006 (05:31:55 WIB).

  1. Hindari penyingkatan nama dalam daftar pustaka.
  2. Kesimpulan tidak dirinci dalam poin-poin, tapi berupa paragraf.

 

6.     Penulis:
  1. Nama penulis harus konsisten dalam bentuk ejaannya, tidak perlu menyertakan gelar.
  2. Bertanggungjawab terhadap keseluruhan isi artikelnya.
  3. Menyertakan Curriculum Vitae (CV)
  4. Mencantumkan alamat lembaga atau alamat pribadi untuk korespondensi (nama jalan, kota, kode pos, email, telepon atau fax).
  5. Mengirim tulisan yang sudah sesuai dengan ketentuan gaya selingkung dalam jurnal ini.
  6. Menyerahkan 2 (dua) copy print-out artikel (dalam bahasa Indonesia atau Inggris) dan abstrak (dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris), disertai copy-nya dalam CD. 
  7. Mengirimkan naskah ke redaksi: Jl. Pierre Tandean Mande II Kota Bima. E-mail pengelola; ahid_ayatullah@yahoo.co.id

 

7.     Redaksi:
  1. Berhak mengedit naskah tanpa mengubah isi dan pokok pikiran penulisnya.
  2. Tidak akan mengembalikan naskah yang belum layak muat.