STRATEGI KEBUDAYAAN DALAM PEMBERANTASAN KORUPSI PADA BIROKRASI PEMERINTAHAN KOTA BIMA

Tauhid `, Mukhlis Ishaka

Abstract


Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif
kualitatif. Dalam penelitian ini informan kunci dipilih secara purposif dan diseleksi melalui teknik snowball. Tehnik pengumpulan data yaitu : wawancara berstruktur, tehnik observasi dan tehnik dokumentasi serta tehnik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dengan menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Strategi Kebudayaan Dalam Pemberantasan Korupsi Pada Birokrasi Pemerintahan Kota Bima mencakup : pertama; Masifnya korupsi ditengarai telah menjadikan fakta korupsi sebagai fakta kebudayaan. 2) internalisasi pendidikan; 3) komitmen bersama dalam ikatan kelompok. Strategi kebudayaan yang dimaksud tersebut menginisiasikan dua hal kegiatan, yakni:1) teknologi-sasi kebudayaan atau strategi memaksa; 2) rekayasa kebu-dayaan atau strategi mendorong.

Keywords : Pemberantasan korupsi, Strategi Kebudayaan


Full Text:

Untitled

References


Alatas, Syeh Hussein, 1981. Sosiologi Korupsi, Sebuah Penjelajahan dengan data Kontemporer, alih bahasa Al Ghozie Usman, Jakarta: LP3ES

Ambardi, Kuskridho, 2009. Mengungkap Politik Kartel, Studi tentang Sistem Kepartaian di Indonesia Era Reformasi, Jakarta: KPG dan LSI

Djaja, Ermansjah, 2012. Memberantas Korupsi Bersama KPK, Jakarta: Sinar Grafika

Listiyono Santoso, DewiMeyrasyawati Jurnal Review Politik Volume 05, No 01, Juni 2015 .

Fromm, Erich, 1995. Masyarakat yang Sehat, terjemahan Thomas bambang Murtianto, Jakarta: Yayasan Obor

Girling, John. Corruption, Capitalism, and Democracy. London: Routledge.1997. Harrison, Lawrence E. and Samuel P. Hutington, 2000, Membangun Budaya Bangsa, Jakarta: Yayasan Oboro

Hartiningsih, Maria (ed)., 2011. Korupsi yang Memiskinkan. Jakarta: Kompas

Haryatmoko, 2003, Etika Politik dan Kekuasaan, Jakarta: Kompas

Klitgaard, Robert, 1998, Melawan Korupsi, Jakarta: Yayasan Obor

Indonesia

Koentjaraningrat, 1993, Kebudayaan dan Mentalitas Pembangunan, Jakarta: Gramedia

Lubis, Mochtar, 2001. Manusia Indonesia, Jakarta: Buku Obor

Onghokham, 1986, ’Korupsi dan Pengawasan dalam Perspektif Sejarah’ dalam Prisma, Jakarta: LP3ES

Siahaan, Monang, 2013, Korupsi, Penyakit Sosial yang Mematikan,

Jakarta: Elex Media Komputindo

Suseno, Franz Magnis. 1999. Etika Jawa, Sebuah Analisa Falsafi tentang

Kebijaksanaan Hidup. Cet. 9. Jakarta: Gramedia Utama

Wattimena, Reza A.A., 2013, Filsafat Anti Korupsi, Yogyakarta: Kanisius

Wibowo, Agus, 2013, Pendidikan Antikorupsi di Sekolah, Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Widoyoko, Danang, et.al. 2006, Saatnya Warga Melawan Korupsi, Panduan Citizen Report Card untuk Pendidikan, Jakarta: ICW. Jurnal Administrasi Negara ISSN 2085-1804 Vol. 15 No. 1 April 2018

Peraturan Perundang-undangan Peraturan Presiden (Perpres) No. 55

Tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi (Stranas PPK) Jangka Panjang Tahun 2012-2025 dan Jangka

Menengah Tahun 2012-2014

Pelemahan Lembaga AntiKorupsi Pengaruhi IPK Indonesia;’ data didapat

dari http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt50c056-2c84058/pelemahan-lembaga-antikorupsi-pengaruhi-ipk-

indone-sia ; internet; diakses 1 Maret

Alam Tauhid Syukur, Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Aparatur

Birokrasi: Kunci Sukses Good Local Governance (Suatu Refleksi Atas

Fungsi Dan Peran STIA-LAN Makassar Sebagai Pendidikan Tinggi Kedinasan), Artikel tanpa tahun, Internet, di Akses

Pada 20 April 2012.

Asep Kartiwa, 2005, Reformasi Birokrasi untuk Mewujudkan

Pemerintahan Daerah yang Baik, Orasi ilmiah, disampaikan pada Acara Wisuda Mahasiswa STISIP Widyapuri Mandiri, pada tanggal 4 Agustus 2005.

David H. Maister, 1997, True Professionalism : The Courage to Care

About Your People, Your Clients and Your Career, Internet, di akses pada 20 april 2012.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.